Rabu, 07 Mei 2014

Makna dibalik gerakan dan ucapan dalam sholat

Makna dibalik gerakan dan ucapan dalam sholat


1. Menghadap Kiblat

Menghadap ka’bah ketika sholat merupakan salah satu perintah Allah SWAT. Ka’bah merupakan banguna pertama kali yang didirikan di bumi sebagai tempat beribadah dan menghadap kepada Allah SWT.

Sebenarnya asal kewajiban untuk menghadap (tawajjuh) adalah kepada Allh SWT. Sedangkah ka’bah hanya merupakan simbol saja. Karena ada hikmah yang tersirat dalam perintah tsb. Diantara hikmah menghadap ka’bah adlah supaya orang tersebut dapat lebih konsentrasi, lebih khusyu’ dan hatinya terpusat. Baca selengkapnya>>

2. Takbiratul Ihram.

Takbiratul ihram ketika sholat merupakan isyarat akan lebih pentingnya seseorang menghadap Allah AWT dari pada sibuk dengan urusan duniawi. Karenanya seorang hamba akan lebih memilih bertemu dengan Allah SWT, bermunajat kepada-Nya, dan tidak hanya menyibukkan dirinya dengan urusan dunia. Sebagaimana  yang dijelaskan dalam firman Allah SWT :

“ Sedangkan menyebut  kepada Allah (shalat) itu lebih besar pahalanya.”(QS .al-Ankabut:45)

Maka kesesuaian antara hati dan lisan seseorang, merupakan penyaksian terhadap Dzat yang Maha Besar yang harus dilakukan. Sebagaimana pernah ditegaskan oleh Syaikh al-Makky dalam kitabnya Quutu al-Quluubi fii Muamalati al-Mahbubi tentang arti dari ayat diatas, beliau berkata : Baca selengkapnya>>

 

3. Berdiri dan Meletakkan Tangan Kanan di Atas Tangan Kiri


Berdiri seorang mukmin dihadapan Allah SWT dengan meletakkan tangan kanannya diatas tangan kiri itu menunjukkan sifat tawadhu’, khusu’, rendah hati, dan tidak sombong di hadapan Dzat Yang Mulya dan Maha Kuasa.

Ia juga menunjukkan bahwa mushalli mengagungkan Allah, takut kepada-Nya dan mengakui akan banyaknya kekurangan serta dosa-dosa yang yang diperbuatnya. Baca selengkapnya>>

4. Ruku’ dan Berdiri dari Ruku’


Ruku’ merupakan salah satu gambaran perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT :
“Wahai orang yang beriman ruku’lah dan sujudlah.”(QS.al Hajj:77)
Ruku’ merupakan ibadah yang menggambarkan sifat tawadhu dan tunduknya seorang hamba kepada Allah SWT. Khudhu’(tunduk) yang sempurna ketika ruku’ adalah hati yang tunduk kepada Allah SWT dan meras rendah di hadapan-Nya baik batin maupun zahirnya. Baca selengkapnya>>

5. Rahasia Sujud

Setelah mushalli melakukan ruku’ dan berdiri dari ruku’, maka ia kemudian membaca takbir untuk bersungkur sujud kepada Allah SWT dengan keadaan yang sempurna. Sujud merupakan tingkatan khudu’ yang paling agung dan puncak dalam ibadah.

Dalam sujud itulah terkumpul menjadi satu pengakuan kekurangan dan kelemahan jiwanya, kesempurnaan Tuhan dan keluhuran-Nya, maka mintalah pada waktu itu, apa yanh dikehendakinya, maka Allah akan mengabullkan doanya. Baca selengkapnya>>

6. Tasyahhud

Setelah mushalli melakukan ruku’, sujud, bacaan, tasbih dan takbir secara sempurna maka dianjurkan baginya untuk duduk dalam akhir shalatnya dengan duduk yang lebih khusu’, rendah hati dan tenang dalam posisi duduk berlutut dengan membaca kalimat tauhid. 

Doa yang terakhir dibaca ketika shalat ini dinamakan dengan doa at-tasyahhud, untuk memperbarui ikatan keimanan kepada Allah sebelum berpalingnya seseorang dari sholatnya. Dalam tasyahhud ini, bacaan shalawat dan slam dikumpulkan menjadi satu karena ada perintah dari Allah SWT kepada hamba-Nya agar membaca shalawat dan salam kepada Nabi saw, sebagaimana di tegaskan dalam firman-Nya : Baca selengkapnya>>

Pembagian Tingakatan Shalat menutut Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah ra. klik di sini


Referensi : Misa Abdu, Menjernihkan Batin dengan Shalat Khusyu', 2002, Mitra Pustaka, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label