Sabtu, 24 Mei 2014

Keistimewaan Shalat Subuh dari Shalat Wajib Lainnya

Keistimewaan Shalat Subuh dari Shalat Wajib Lainnya

Shaat Subuh

“Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak,” (HR Bukhari-Muslim).

Rasulullah Saw. menyampaikan hadis di atas dihadapan para sahabat ketika menanyakan salah seorang jamaahnya tidak terlihat dalam shaf shalat subuh berkali-kali. Demikian cerita yang diriwayatkan Ubai bin Ka’ab. Hadis ini juga dapat ditemukan melalui periwayatan Imam Ahmad dan Nasa’i dengan sedikit perbedaan redaksi.

Shalat subuh merupakan satu diantara shalat wajib lima waktu yang mempunyai kekhususan dan mempunyai keutamaan yang luar biasa.

Diantaranya, pertama, shalat subuh merupakan shalat paling utama yang diwajibkan pada kaum Muslimin di samping shalat ashar menurut sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Aisyah r.a. dulunya 2 rakaat, kemudian menjadi 4 rakaat setelah peristiwa Isra’ Mi’raj. Sementara subuh masih tetap seperti saat pertam kali diisyaratkan yaitu 2 rakaat. 

Sebuah hadis menyebutkan, “Pertama kali yang diwajibkan atas Rasulullah Saw. adalah masing-masing 2 rakaat kecuali mahrib yang terdiri dari 3 rakaat. Kemudian Allah menyempurnakan zuhur, ashar, dan isya menjadi 4 rakaat. Dan tetap menjadi hitungan rakaat shalat seperti semula (dua rakaat-dua rakaat),” (HR Ahmad).
Kedua, azan shalat subuh berbeda dengan azan shalat lain. Abu Dawud dari Abu Mahdzurah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. mengajari azan pada subuh dengan menambah lafal Ash-shalatu khairum minan naum (shalat itu lebih baik dari tidur) sebanyak dua kali.
Ketiga,m Rasulullah Saw. memberikan doa khusus setelah shalat subuh yang berbeda dengan shalat yang lain. Doa ini sebagai tambahan wirid penutup shalat yang sering diwasiatkan Rasulullah Saw. setiap selesai shalat, seperti Subhanallah 33 kali, Alkhamdulilllah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali, astaghfirullah, dan doa-doa lainnya. Seperti doa yang diriwayatkan Abu Dzar r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa mengatakan setelah shalat subuh sebelum meninggalkan tempat duduknya dan belum berbicara sedikitpun, la ilaha illa-l-lahu wahdahu la syarikalah lahu-l-mulku wa lahu-l-hamdu yuhyi wa yumitu wahuwa’ala kulli syay-in qadir (Tak ada Tuhan kecuali Allah. Dia tidak memiliki sekutu. Milik-Nyalah kerajaan dan segala pujian. Dia Maha menghidupkan dan Mematikan.Dia Mahakuasa atas segala sesuatu) sebanyak 10 kali, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan, dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari sesuatu yang tidak disukai, terlindungi dari setan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik,“ (HR Tirmidzi).
Begitu juga dengan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bin Harits, ia berkata bahwa Rasulullah Saw. pernah menasihatinya, “Jika kamu shalat subuh maka bacalah sebelum kamu berbicara, Allahumma ajirni mina-n-nar (Ya Allah lindungilah aku dari api neraka) sebanyak 7kali maka jika kamu mati hari itu, Allah akan menjauhkanmu dari api neraka,” (HR Abu Dawud dan Nasa’i).
Keempat, Rasulullah Saw. selalu menyuruh memendekkan bacaan shalat, kecuali shalat subuh. Abu Barzah Al-Aslami meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. pada shalat subuh membaca 60 sampai 100 ayat, dan beliau pergimeninggalkan kami ketika sudah bisa melihat wajah kami satu-persatu (maksudnya sebentar lagi matahari terbit),” (HR Muslim).
Kelima, Rasulullah Saw. mempunyai bacaan khusus shalat subuh pada hari jumat. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. membaca pada rakaat pertama surah As-Sajadah dan surah Al-Insan pada rakaat kedua. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya.
Keenam, shalat subuh tidak dapat diqasar dan dijamak.
Dijelaskan dalam riwayat Abu Hurairah bahwa malaikat langsung naik ke langit setelah menyaksikan shalat subuh, “Kemudian naiklah para malaikat yang menyertaimu pada malam harinya, lalu Rabb mereka yang sebenarnya Mahatahu bertanyakepada mereka, ‘Bagaimana hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan?’ Mereka mejawab, ‘Kami tinggalkan merreka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam shalat juga,’” (HR Buhkari).
Karenanya, beruntunglah mereka yang melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid pada awal waktu karena disaksikan oleh malaikat, baik malaikat yang bertugas pada malam hari maupun siang. Allah Swt. berfirman, “Dan dirikanlah shalat subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan oleh para malaikat,” (QS Al-Isra [17]: 78).




Referensi : M.Abd.Syukur, M.Muslih Aziz, M.Syamsul Yakin (2007), 7 Sunnah Harian Nabi Saw. Menjadikan Hidup Lebih Bermakna dengan Amalan Sederhana, PT Mizan Publika, Jakarta Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label